Selasa, 16 Juni 2009

GRANADA (GENOSIDA KEBUDAYAAN DI ANDALUSIA)

Novel ini menyingkap ketertindasan sebuah keluarga muslim di Granada setelah imperium Islam Andalusia runtuh dan porak poranda…

Penguasa Castile benar-benar hendak menyulap Andalusia menjadi Spanyol modern yang steril dari segala macam atribut Islam. Warga muslim Granada dilarang keras berbicara dalam bahasa Arab, dilarang melakukan semua aktivitas yang berhubungan dengan dunia Islam, dilarang membaca dan mengoleksi kitab-kitab berbahasa Arab. Serdadu Castile tidak segan-segan menelanjangi, bahkan menggagahi seorang gadis, hanya karena gadis itu melenggang di jalan dengan busana Arab-Islam.

Abu Jaafar hanya bisa mengurut dada tatkala serdadu-serdadu Castile menggelar semacam ‘upacara’ api unggun di alun-alun Bab el Ramlah, di siang bolong. Api yang berkobar itu tidak sedang membakar tumpukan kayu kering sebagaimana pesta api unggun biasa, tapi membakar ratusan kitab yang ditumpuk hingga membukit di tengah lapangan itu. Badan Inkuisisi Granada merampas semua kitab berbahasa Arab dari mesjid-mesjid yang telah mereka sulap menjadi gereja dan katedral, dari perpustakaan sekolah, dari rumah-rumah warga Granada yang gemar membaca dan mengoleksi kitab.

Bila ingin selamat, segeralah hengkang dari Granada, atau bergegaslah memurtadkan diri, dan serahkan diri pada gereja untuk dibaptis menjadi kristiani. Tapi, anak cucu Abu Jaafar tetap bertahan di Granada, bertahan menjadi muslim. Mereka begitu piawai berperan sebagai bunglon, di dalam rumah mereka masih shalat, berbahasa Arab, tapi di luar rumah mereka berbahasa Castile, menggunakan nama baptis, juga menghadiri misa suci di gereja. Tapi sampai kapan Aishah, Saad, Hassan, Mariama, dan semua keturunan Abu Jaafar bisa bertahan dalam situasi kemenduaan yang merisaukan itu?

Saleemah, cucu kesayangan Abu Jaafar tak peduli dengan segala macam ancaman penguasa. Setelah suaminya, Saad, dipenjara, ia sibuk meracik pelbagai ramuan obat yang diperolehnya dari pelbagai kitab. Banyak pasien yang telah disembuhkannya. Tapi suatu hari, Badan Inkuisi Granada merazia rumahnya. Perempuan itu diringkus. Bukan karena Saleemah adalah istri Saad, seorang pemberontak yang sebelumnya sudah ditangkap. Tapi karena Saleemah terbukti mempelajari dan menyembunyikan kitab-kitab berbahasa Arab, dan tuduhan yang lebih fatal adalah; praktek sihir dengan barang bukti pelbagai ramuan dari tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian--padahal itu ramuan obat. Vonis hukumannya tak tanggung-tanggung; dibakar hidup-hidup. Bisakah Saleemah mengelak dari vonis biadab itu? Bagaimana dengan Saad, suaminya, bagaimana pula dengan si kecil, Aishah yang dititipkan pada bibi Mariama? Mampukah mereka bertahan dari kekejaman dan sadisme bertopeng ‘misi suci’ di bawah kendali Badan Inkuisisi Granada?


Harga:Rp.49.500,-+ongkos kirim sesuai tarif pos "kilat khusus",klik di:http://www.posindonesia.co.id/tarifpos_skh.php , dr Jakarta Timur & transfer ke rek: BCA No: 6310141249. Konfirmasi hp no: 0811841321 atau 021-92991151, atau e-mail: oase_bc@yahoo.co.id. Dan jika anda membutuhkan informasi buku-buku lain & selanjutnya klik pada “POSTING LAMA” pd sudut kanan bawah...! atau dapat melalui chat via YM, silahkan klik ikon YM dibawah ini:

Posting Komentar