Senin, 15 Desember 2008

JIL = “Bal‘am Kontemporer: Prototype Penghancur Islam”

Orang-orang berilmu sebenarnya dipilih Allah. Karena Dialah sumber ilmu: al-‘alim, al-‘allam. Dengan ilmu itu Allah menginginkan pemiliknya menjadi orang-orang yang terangkat derajatnya (Qs. Al-Mujadilah: 11). Namun jika disalahgunakan, ilmu pun menjadi malapetaka. Karena yang lahir adalah “pelacuran” intelektualitas. Dan Bal’am adalah contohnya. Di mana, di zaman Rasulullah saja, kerusakan ilmu dan “pelacuran” intelektual sudah ada.


Kejahilan ilmu dan “pelacuran intelektual” seperti JIL diibaratkan oleh Allah seperti anjing”. Kenapa harus anjing? Karena anjing itu bermental penjilat dan pragmatis. Jika dihalau, anjing akan menjulurkan lidahnya, dan jika dibiarkan dia akan tetap menjulurkannya lidahnya. Mental penjilat dan pribadi pragmatis –dalam keilmuan—dimana pun sama. Mereka adalah “anjing-anjing” penjilat dan penjual kebenaran, melacurkan ilmu pengetahuan dan intelektualitas mereka.


Orang-orang munafik yang berdebat menggunakan ayat-ayat Al-Quran banyak bermunculan. Dalam sebuah debat di salah satu channel TV lokal, seorang akitvis Jaringan Islam Liberal (JIL) menyitir satu ayat Al-Quran untuk mematahkan lawan debatnya yang mendukung adanya khilafah Islamiyah. Dengan penuh percaya diri aktivis itu mengatakan, “Tahsabuhim jami’an wa qulubuhum satta” (Kalian kira mereka itu bersatu padu, padahal hati mereka berpecah-belah). Dengan tegas dia mengatakan, “Itu lah Hizbut Tahrir.” Padahal dalil yang digunakannya tidak tepat sama sekali. Tapi dia berani untuk menyerang saudara seiman dan seakidahnya, hanya untuk kemasyhuran. Inilah yang diibaratkan Al-Quran sebagai sosok “anjing-anjing” yang mengulur-ulurkan lidahnya.


Lebih lengkap silahkan klik:

http://swaramuslim.com/more.php?id=6146_0_15_0_M




Posting Komentar