KA’BAH BUKAN BERHALA YANG HARUS KITA SEMBAH
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah:115)
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan ni’mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (Al-Baqarah:150)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah: 177)
Musim haji sudah lewat..para jemaah haji baik yang baru maupun sudah ber-kali2 telah pulang...ribuan macam kisah dan cerita tentang ka’bah baik yang rasional, mistis, maupun yang lucu2 se-akan2 ka’bah sudah menjadi sesuatu yang ”almighty”, sadar atau tidak sadar akhirnya kita semua mem-berhalakan ka’bah. nah hal tersebut telah menjadi salah satu senjata kaum salibis yang mengatakan umat Islam adalah penyembah berhala...PADAHAL TIDAK...!!!.
Kalau ada seorang muslim menyembah ka'bah atau menjadikan ka'bah sebagai sesembahannya, berarti Ia sudah murtad dan menjadi kafir.
Di manapun, seorang Muslim harus menghadirkan Allah dalam hati sanubarinya.
Ka’bah hanya sekedar nilai historis yang luar biasa. yakni nilai historis seorang Bapak para Nabi, Ibrahim a.s yang diakui Hanya sebuah bangunan purbakala yang telah berulang kali dilakukan tambal sulam...!!
Salahsatu hikmah yang bisa dipetik, kenapa umat Islam menghadap bukan harus menyembah ka’bah adalah terjadinya sarana edukasi luarbiasa dari Allah SWT. Penyatuan visi dan misi, serta menyatukan langkah perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah setiap saat.
Ibadah haji yang dilakukan umat Islam dengan mengelilingi ka’bah, tidak dimaksudkan untuk menyembah ka’bah, tapi sebagai isyarat kepada hamba-Nya bahwa apapun suku dan bangsanya, kedudukan dan jabatannya, umat Islam diajarkan untuk rela menanggalkan pakaian dan perbedaan diantara mereka.
Mereka menuju titik yang sama, yaitu keridhaan Allah. So, Let’s Go to Hajj!!! Kita lestarikan Ka’bah dengan penuh rasa tunduk…
“Hanya kepada Engkau kami menyembah, hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah :5).
Sembahlah Sang Maha Pencipta dari si pencipta ka’bah..!!!!!


Posting Komentar