Senin, 11 Agustus 2008

AMERIKA SDG MENUJU KEHANCURAN

Menyingkap Berbagai Kemerosotan di Amerika. Kita percaya secara total bahwa institusi apa pun yang berlandaskan pada kebatilan dan kezaliman harus ambruk. Contoh paling kentara adalah Fir‘aun, di mana syarat-syarat sebagai pemimpin negeri yang tangguh sudah ia miliki: Mesir adalah negeri yang berada dalam taring-taring kekuasaannya, rakyatnya patuh, didukung dengan balatentara yang besar jumlahnya, dan ditopang pula dengan infrastruktur yang modern pada eranya, di mana dia dan pembantunya (Haman) berhasil membangun kota Ramses.

Lantas apa yang kemudian menimpa Fir‘aun dengan seluruh keangkuhannya itu? Allah merekam dalam ayat-Nya: “Maka Kami hukumlah Fir‘aun dan balatentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim” (al-Qashash [28]: 40) .

Setelah itu, berakhirkah gaya hidup seperti Fir‘aun? Ternyata tidak, dan kita melihat bahwa Fir‘aunisme baru itu menjelma secara utuh dalam diri George W. Bush dengan Amerikanya. Bila sejarah mencatat bahwa kekuasaan Fir‘aun telah karam bersamaan dengan dikaramkan dirinya di laut. Maka hal yang sama juga mesti terjadi pada Amerika. Di balik aksi brutal, zalim, dan irasional yang dipertontonkannya di berbagai belahan dunia (Islam) itu sesungguhnya bertengger rasa ketakutan yang luar biasa akan keruntuhan dirinya.

Maka umat Islam—yang menjadi bidikan utama dari kebejatan Amerika—harus selalu optimis dalam memandang masa depan. Karena seluruh kekuatan yang batil—apa pun jenisnya—yang mencoba melawan kebenaran pasti akan mengalami kehancuran. Hal itulah yang diberitakan Allah dalam banyak ayat-Nya

Bila Allah sudah menegaskan demikian dalam ayat-Nya (misalnya surat Yunus: 13), Amerika di Ambang Keruntuhan ini telaah terungkap data-data yang kaya dan akurat perihal Amerika yang tengah berada di ambang keruntuhan. Telaah tersingkap berbagai kemerosotan yang menggerogoti negara yang paling zalim di dunia ini.

Banyak fenomena yang disorot yang semua itu membuktikan bahwa Amerika memang harus runtuh. Lihat misalnya kemerosotan di bidang ekonomi dan sosial. Tahukah Anda bahwa hidup miskin dan terlunta-lunta ternyata bukan hanya monopoli negara-negara miskin, tapi di Amerika pun hal itu terjadi. Hilangnya perlindungan sosial, mahalnya biaya hidup, dan kenaikan harga mendorong ribuan warga Amerika jatuh dalam lingkaran kemiskinan dan kelimpungan.

Hidup terlunta-lunta di jalanan tanpa tempat tinggal yang tetap dialami berjuta-juta rakyat Amerika. Mereka terpaksa hidup beralaskan bumi beratapkan langit, sehari dapat makan, berhari-hari tak sesuap nasi pun ia dapatkan, dan mereka tidak mendapatkan perhatian dari siapa pun.

Kita juga mengenal Chicago sebagai kota yang penuh dengan gedung pencakar langit dan bangunan mewah sekitar Empire State Building yang merupakan bangunan tertinggi di dunia dan tingginya mencapai 443 meter. Tapi ternyata di sana ada kampung-kampung yang menyerupai kampung seng atau kaleng yang berserakan. Suatu fenomena yang mirip dengan pemandangan yang ada di banyak negara ketiga yang miskin seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan lainnya.

Belum lagi banyaknya tunawisma, merosotnya di bidang pendidikan dan kebudayaan, dan problema diskriminasi yang tak henti-henti menyita perhatian pemerintah Amerika. Masalah kesehatan juga mengalami hal yang sama, yang ditandai dengan banyaknya penyebaran penyakit fisik, penyakit jiwa, kehampaan rohani dan sosial.

Masih banyak ancaman lain yang mengintai Amerika. Mulai dari kriminalitas yang terus membumbung tinggi, terorisme dalam negeri yang selalu mengancam, mafia yang menggila, peredaran narkoba yang mengganas, hingga meruyaknya bisnis prostitusi. Beberapa kota besar yang dikenal dunia sesungguhnya menjadi sarang kriminal di Amerika, seperti Los Angeles, Jacksonville, Kansas City, atau New York.

Beragam fonomena kusam yang menyelimuti Negeri Rambo ini sesungguhnya mengukuhkan teori-teori tentang keruntuhan sebuah negara yang dielaborasi oleh para analis dan pakar, baik dari Timur maupun Barat. Bukan hanya mengukuhkan teori filosof Yunani Aristoteles atau filosof Arab Ibnu Khaldun, tapi juga menjustifikasi teori baru dari pemikir Amerika sendiri, yaitu Profesor Paul Kennedy.

Paul Kennedy sampai pada suatu kesimpulan tentang teori tangan besi (arogansi). Dalam hal ini ia mengisyaratkan bahwa dinasti-dinasti dapat bertahan karena kemampuannya dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi. Tetapi di sisi lain perluasan wilayah kekuasaan (invasi) memakan biaya yang sangat banyak yang tidak sebanding dengan apa yang telah diperoleh. Maka terjadilah krisis ekonomi dan akhirnya dinasti tersebut runtuh. Pada waktu yang sama, terbentuklah kekuatan baru yang sukses mewujudkan kekuatan ekonomi yang selanjutnya memperluas wilayahnya. Demikianlah bagaimana keperkembangan dan kejatuhan satu demi satu dari suatu pemerintahan.

Fenomena Amerika Serikat yang terus saja mencengkeram dunia dengan tangan besinya dan bertindak bak polisi dunia, insya Allah bakal menjadi bukti dari teori yang dicetuskan oleh pemikirnya sendiri; ia harus runtuh. Itulah sunnatullah yang mesti berlaku bagi semua tatatan yang berlumur kebatilan, kezaliman, dan keangkuhan.

Posting Komentar